Air, Energi, Sampah, Pangan, Kesehatan pada SDGs
Nama : Atika Nur Fadhilah
Mata Kuliah : Pembangunan Berlanjutan
untuk Masyarakat
Topik : Air, Energi, Sampah, Pangan, Kesehatan pada SDGs
Judul Penelitian
Catalyzing sustainable development goals
through the water-energy-food nexus
link artikel
Tujuan
Penelitian
untuk mengembangkan kerangka kerja berbasis Water-Energy-Food
(WEF) nexus dalam rangka mempercepat pencapaian Sustainable Development Goals
(SDGs).
Metode
Penelitian
kombinasi antara systematic literature review (SLR)
dan penerapan model analitis WEF nexus
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian SDGs masih
jauh dari harapan. Pada pertengahan periode implementasi, hanya 15% target yang
tercapai sesuai rencana, sementara sebagian besar mengalami stagnasi bahkan
kemunduran. Artikel ini kemudian mengusulkan sebuah kerangka kerja
transdisipliner dan multisektoral yang mampu membantu pembuat kebijakan dalam
mengelola sumber daya secara terintegrasi.
Kelebihan
Kelebihan dari artikel ini terletak pada pendekatannya
yang komprehensif dan integratif. Penulis tidak hanya menyoroti hubungan
antar-sektor air, energi, dan pangan, tetapi juga menekankan perlunya
pendekatan lintas disiplin dan transformasiona
Kekurangan
Sebagian besar analisis bersifat konseptual dan
berbasis literatur, tanpa data primer dari lapangan
Novelty
|
Penelitian
Sebelumnya |
Keterbatasan
Penelitian Sebelumnya |
Novelty
Artikel Ini |
|
Hoff
(2011) – Memperkenalkan konsep WEF Nexus di Bonn2011
Conference. |
Masih
sebatas konsep awal, belum ada model terapan untuk mengukur kontribusi
terhadap SDGs. |
Artikel
ini mengaitkan WEF Nexus langsung dengan SDGs, bukan sekadar konsep, tetapi
menjadi kerangka kebijakan lintas sektor. |
|
FAO
(2014) – Proyeksi meningkatnya permintaan air, energi,
pangan akibat pertumbuhan penduduk & perubahan iklim. |
Hanya
berupa proyeksi kebutuhan; belum menawarkan solusi integratif. |
Artikel
ini mengembangkan kerangka solusi dengan pendekatan circular, cross-sectoral,
dan transformative. |
|
Liphadzi
et al. (2021) – Evolusi WEF Nexus di Afrika Selatan,
pergeseran dari linear ke circular model. |
Fokus
pada konteks Afrika Selatan; masih deskriptif, belum universal. |
Artikel
ini menyusun framework transdisipliner global yang bisa diadaptasi lintas
negara. |
|
Nhamo
et al. (2020) – Model analitis integratif WEF Nexus
(AHP) untuk menilai keterkaitan indikator WEF. |
Masih
menekankan analisis teknis-indikator tanpa mengaitkan secara eksplisit ke
pencapaian SDGs. |
Artikel
ini menghubungkan model analitis dengan capaian SDGs serta menggunakannya
untuk evaluasi progres (contoh: Afrika Selatan). |
|
Segovia-Hernández
et al. (2023) – Review literatur desain WEF Nexus,
menyoroti konsep seperti just transition dan food systems. |
Bersifat
tinjauan literatur, tanpa kerangka aplikatif yang mengikat semua konsep. |
Artikel
ini mengintegrasikan berbagai konsep (circular economy, just transition, one
health, food systems) ke dalam satu kerangka WEF-SDGs. |
|
Novelty Penelitian-penelitian
sebelumnya banyak membahas WEF Nexus secara parsial: ada yang fokus pada
konseptualisasi awal, ada yang pada proyeksi kebutuhan, ada pula yang
meninjau kasus spesifik. Artikel ini membawa kebaruan (novelty) dengan
menyusun kerangka transdisipliner yang integratif, yang menghubungkan secara
langsung WEF Nexus dengan pencapaian SDGs, sekaligus menawarkan model
analitis dan peta jalan kebijakan lintas sektor. |
||
Comments
Post a Comment