Pengumpulan Data Peneltiian Kuantitatif Melalui Tes, Quesioner, Wawancara, Observasi
Nama :
Atika Nur Fadhilah
Mata Kuliah : Metodologi Penelitian
Kuantitatif
Topik : Pengumpulan Data
Peneltiian Kuantitatif Melalui Tes, Quesioner, Wawancara, Observasi
Judul Penelitian
Assessing the effect of
questionnaire design on unit and item-nonresponse: evidence from an online
experiment
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan
untuk menilai pengaruh fitur desain kuesioner, khususnya penyediaan opsi
"tidak tahu" (don’t know) dan penggunaan pertanyaan tipe check-all-that-apply,
terhadap nonresponse baik pada tingkat unit maupun item dalam sebuah eksperimen
survei daring.
Metode Penelitian
Peneliti melakukan eksperimen
survei daring di mana responden secara acak dibagi ke dalam berbagai versi
desain kuesioner. Eksperimen ini memvariasikan keberadaan opsi "tidak
tahu" serta membandingkan penggunaan format pertanyaan check-all-that-apply
dengan format pertanyaan pilihan terpaksa (forced-choice).
Hasil Penelitian
Temuan
penelitian menunjukkan bahwa penyertaan opsi "tidak tahu"
meningkatkan nonresponse pada level item, sementara format check-all-that-apply
menghasilkan tingkat data hilang (missing data) yang lebih tinggi
dibandingkan dengan format pertanyaan pilihan terpaksa.
Kelebihan
Penelitian ini memiliki
kekuatan metodologis karena menggunakan eksperimen daring dengan random
assignment. Dengan cara ini, penulis bisa mengisolasi pengaruh desain kuesioner
(opsi don’t know dan format check-all-that-apply) terhadap
perilaku responden. Pendekatan eksperimental membuat temuan lebih valid
dibanding sekadar observasi. Artikel juga relevan dengan kondisi saat ini,
ketika survei online semakin banyak digunakan, sehingga hasilnya praktis bagi
peneliti yang ingin meningkatkan kualitas data.
Kekurangan
Eksperimen hanya
dilakukan dalam konteks survei online, sehingga generalisasi ke survei tatap
muka atau mode campuran masih terbatas. Selain itu, sampel yang digunakan dalam
eksperimen mungkin tidak mewakili populasi secara luas, sehingga hasil perlu
diinterpretasikan dengan
Novelty
Tabel: Penelitian
Sebelumnya vs. Novelty Artikel
|
Aspek
yang diteliti |
Penelitian
Sebelumnya |
Temuan
Utama |
Posisi
Novelty Artikel (Kmetty & Stefkovics, 2022) |
|
Forced
answering (jawaban wajib) |
De
Leeuw et al. (2016); Stieger et al. (2007); DeRouvray & Couper (2002);
Sischka et al. (2020) |
Forced
answering → meningkatkan dropout, reaksi negatif (reactance),
dan potensi measurement error. |
Artikel
ini menguji kembali forced answering pada eksperimen online dan membuktikan
bahwa forced answering tidak menurunkan item-nonresponse, tetapi meningkatkan
unit-nonresponse. |
|
Do
Not Know (DK) / Prefer Not to Answer (PNA) options |
Zeglovits
& Schwarzer (2016); Albaum et al. (2010); Decieux et al. (2015) |
Opsi
DK/PNA sering meningkatkan item-nonresponse, namun hasil beragam di
literatur. |
Artikel
ini menegaskan bahwa tidak menawarkan DK/NA option lebih baik karena
menurunkan item-nonresponse, terutama pada responden dengan minat politik
rendah. |
|
Format
pertanyaan (FC vs. CATA) |
Callegaro
et al. (2012); Smyth (2006); Neuert (2017, 2020) |
FC
format → lebih dalam secara kognitif, tapi lebih berat sehingga meningkatkan
nonresponse. CATA → lebih ringan, tapi rawan satisficing. |
Artikel
ini membandingkan FC dan CATA dalam eksperimen → menemukan CATA lebih rendah
item-nonresponse, tetapi FC memicu jawaban “iya” lebih banyak (deeper
cognition). |
|
Karakteristik
responden |
Holbrook
et al. (2007); Knauper (1999); Toepoel et al. (2009) |
Efek
desain kuesioner dipengaruhi faktor demografi dan kognitif (usia, pendidikan,
minat). |
Artikel
ini menguji interaksi desain dengan usia, pendidikan, conscientiousness,
minat politik, dan device type → menemukan bahwa political interest paling
signifikan memengaruhi nonresponse. |
|
Adaptive
questionnaire design |
Emde
& Fuchs (2012) (salah satu sedikit penelitian) |
Masih
sangat jarang diteliti; ada ide menyesuaikan pertanyaan berdasarkan
karakteristik responden. |
Artikel
ini menekankan potensi desain adaptif berbasis minat topik sebagai arah baru
(novelty teoritis). |
|
Berdasarkan
penelitian-penelitian sebelumnya, artikel ini mengisi gap penelitian dengan (1)
eksperimen komprehensif yang menguji tiga aspek desain sekaligus, (2)
analisis interaksi dengan karakteristik responden, dan (3) menawarkan
pendekatan desain kuesioner adaptif sebagai novelty. |
|||
Comments
Post a Comment