Statistik 5: Analisis Varian (uji prasyarat, ANOVA dan non parametrik
Nama : Atika Nur Fadhilah
Mata Kuliah : Metodologi
Penelitian Kuantitatif
Topik :
Statistik 5: Analisis Varian (uji prasyarat, ANOVA dan non parametrik
Pertemuan 12
Judul
Penelitian
Post-Hoc
Tests in One-Way ANOVA: The Case for Normal Distribution
Link Here
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat kesalahan Tipe I dari sepuluh uji post-hoc yang berbeda pada analisis ANOVA satu arah dalam empat kondisi data, yaitu kombinasi antara varians homogen–heterogen dan kelompok sampel seimbang–tidak seimbang. Dengan menggunakan data yang seluruhnya berdistribusi normal, penelitian ini ingin mengidentifikasi uji post-hoc mana yang paling akurat dan sesuai digunakan pada tiap kondisi sehingga peneliti dapat memilih prosedur yang tepat dalam mendeteksi perbedaan antarkelompok.
Metode Penelitian
Penelitian
ini menggunakan pendekatan simulasi Montecarlo dengan menghasilkan 28 set data
yang masing-masing terdiri dari 10.000 resampling pada tujuh ukuran sampel
berbeda. Data disusun dalam tiga kelompok dengan manipulasi varians
(homoskedastik vs. heteroskedastik) serta ukuran sampel (balanced vs.
unbalanced), lalu dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan sepuluh jenis uji
post-hoc untuk menilai akurasi berdasarkan tingkat kesalahan Tipe I pada taraf kepercayaan
95%.
Hasil
Penelitian
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa tidak ada satu pun uji post-hoc yang akurat untuk
semua kondisi, karena performa tiap uji sangat dipengaruhi oleh homogenitas
varians dan keseimbangan ukuran sampel. Pada kondisi heteroskedastik-balanced,
Tamhane’s T2 menjadi uji paling konsisten, sedangkan Bonferroni, Šidák,
Hochberg GT2, dan Gabriel lebih akurat untuk kondisi homoskedastik-balanced.
Untuk data tidak seimbang, beberapa uji seperti Tamhane’s T2, Dunnett’s T3,
serta Bonferroni dan Šidák menunjukkan kinerja baik tergantung kondisi,
sementara LSD justru akurat pada kondisi heteroskedastik-unbalanced.
Kelebihan
Penelitian
ini memiliki kelebihan berupa cakupan analisis yang luas karena menguji sepuluh
jenis uji post-hoc dalam empat kondisi data yang berbeda, sehingga memberikan
panduan komprehensif bagi peneliti untuk memilih prosedur yang tepat dalam
ANOVA. Selain itu, penggunaan simulasi berskala besar membuat hasil lebih
stabil dan reliabel, serta fokus pada distribusi normal memungkinkan evaluasi
akurasi uji post-hoc secara lebih terkontrol.
Kekurangan
Keterbatasan
penelitian ini terletak pada penggunaan kondisi simulasi yang spesifik, yaitu
hanya mempertimbangkan positive pairing antara ukuran sampel dan varians serta
menggunakan rasio varians yang besar, sehingga hasil tidak selalu dapat
digeneralisasikan ke situasi penelitian nyata. Penelitian ini juga hanya fokus
pada distribusi normal dan menguji sepuluh uji post-hoc, sehingga belum
mencakup kondisi data yang lebih kompleks seperti outlier, skewness, distribusi
heavy-tailed, maupun jenis uji post-hoc lainnya yang dapat relevan pada
scenario yang berbeda.
Novelty dengan menampilkan penelitian sebelumnya
Tabel
Penelitian Sebelumnya dalam Latar Belakang
|
Peneliti
& Tahun |
Fokus
Penelitian / Temuan Utama |
|
Counsell
& Harlow (2017) |
Kajian
praktik pelaporan dan penggunaan metode kuantitatif dalam publikasi
psikologi. |
|
Howell
(2010) |
Dasar-dasar
ANOVA dan asumsi statistika. |
|
Bhat
et al. (2002); Keselman et al. (1998) |
Heteroskedastisitas
dan masalah varians dalam ANOVA. |
|
Blanca
et al. (2017); Sarstedt & Mooi (2019) |
ANOVA
cukup robust terhadap pelanggaran normalitas meski ukuran sampel tidak
seimbang. |
|
Sarstedt
& Mooi (2019) |
ANOVA
kurang robust jika terjadi heteroskedastisitas, terutama pada kelompok tidak
seimbang. |
|
Kim
(2015); McHugh (2011); Meyers et al. (2016) |
Penjelasan
tentang fungsi dan kebutuhan uji post-hoc setelah ANOVA signifikan. |
|
Cramer
et al. (2016) |
Masalah
multiplicity dalam ANOVA dan perlunya koreksi. |
|
Novelty
|
|
Comments
Post a Comment