Penelitian Kuantitaif non-eksperimen: Deskriptif, korelasional, dan kausal-komparatif (+statistik yang diperlukan)
Nama : Atika Nur Fadhilah
Mata Kuliah : Metodologi Penelitian Kuantitatif
Tugas : Review Artikel ke-8
Judul
Nomophobia
among Preservice Teachers: a descriptive correlational study at Ghanaian
Colleges of Education
Tujuan Penelitian
Terdapat 3 tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini
1. Untuk
mengetahui perilaku nomophobia pada calon guru
2. Untuk
mengetahui hubungan antara variabel non-teknologi (jenis kelamin, usia, bidang
spesialisasi, status ekonomi subjektif, jam tidur/istirahat, dan agama) dengan
perilaku nomophobia pada calon guru
3. Untuk
mengetahui hubungan antara variabel terkait teknologi (jumlah smartphone yang
dimiliki, lama kepemilikan smartphone, layanan internet aktif, dan lama
penggunaan internet harian) dengan perilaku nomophobia pada calon guru
Metode Penelitian
Pendekatan
penelitian kuantitatif digunakan, secara khusus dengan desain
deskriptif-korelasional. Instrumen yang digunakan adalah NMP-Q (Nomophobia
Questionnaire) dengan 20 item dalam skala Likert 1–7. Sementara itu, Analisis
data dilakukan dalam dua tahap: Tahap I berupa data wrangling dan
analisis klaster; Tahap II menggunakan uji MANOVA.
Hasil Penelitian
Hasil
menunjukkan 22,0% (76 orang) mengalami tingkat nomophobia ringan, 54,8% (189
orang) mengalami tingkat sedang, dan 23,2% (80 orang) mengalami tingkat parah.
Berdasarkan skor rata-rata (M = 79,8; SD = 25,6), disimpulkan bahwa calon guru
memiliki tingkat nomophobia sedang.
Hasil lain menunjukkan adanya pengaruh signifikan jenis kelamin terhadap skor
komposit nomophobia. Perempuan memiliki skor lebih tinggi dibanding laki-laki.
Kelebihan
Instrumen
yang digunakan, yakni NMP-Q, terbukti sangat reliabel dengan Cronbach’s alpha
(α = 0,97) dan McDonald’s omega (ωt = 0,98), serta valid secara konstruk dengan
nilai KMO = 0,915 dan Bartlett’s test signifikan (χ² = 8362, p < .001),
sehingga menjamin kualitas data yang dikumpulkan. Selain itu, jumlah sampel
yang besar, yaitu 345 calon guru, dinilai memadai untuk menghasilkan temuan
yang signifikan. Peneliti juga menerapkan analisis statistik yang komprehensif,
mulai dari analisis deskriptif, klaster, hingga MANOVA untuk menguji hubungan
antarvariabel.
Kekurangan
Data
dikumpulkan dari lima College afiliasi KNUST, yang cakupannya terbatas
dibanding total 46 College Pendidikan di Ghana. Oleh karena itu, hasil
penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan secara mutlak.
Novelty Artikel dengan menampilkan penelitian sebelumnya
|
Penelitian
sebelumnya |
Temuan
Utama |
Keterbatasan
(Gap) |
|
Sevim-Cirak
& Islim (2020) |
Calon
guru menunjukkan perilaku nomophobia; gender signifikan, perempuan lebih
tinggi; terkait akses informasi & konektivitas |
Fokus
di Turki; belum membahas konteks Afrika |
|
Awofala
(2020) |
49%
responden memiliki tingkat nomophobia tinggi; dikaitkan dengan kecanduan
ponsel |
Terbatas
pada guru matematika di Nigeria |
|
Gezgin
et al. (2017) |
Tingkat
nomophobia di atas rata-rata; faktor kehilangan konektivitas & akses
informasi dominan; perbedaan signifikan berdasarkan usia (<20 th lebih
tinggi) |
Konteks
Turki, tidak membahas faktor ekonomi & variabel lain |
|
Essel
et al. (2021) |
Menemukan
tingkat nomophobia moderat di kalangan mahasiswa |
Belum
fokus ke calon guru (preservice teachers) |
|
Penelitian
Sekarang (Essel et al., 2022) |
Mayoritas
mengalami nomophobia moderat–parah; faktor signifikan: gender, status
ekonomi, jam tidur, jumlah & lama kepemilikan smartphone, serta layanan
internet aktif |
— |
|
Novelty
Artikel yang berjudul “Nomophobia among Preservice Teachers: a descriptive
correlational study at Ghanaian Colleges of Education” yakni masih jarang
penelitian yang meneliti tentang nomophobia
pada calon guru di Ghana dengan pendekatan komprehensif yang memadukan faktor
teknologi dan non-teknologi. Dengan demikian, penelitian ini mengisi gap dari
studi-studi sebelumnya yang berfokus pada konteks negara lain, populasi
berbeda, atau variabel yang lebih terbatas. |
||
Comments
Post a Comment