Statistik 1. Cek data, validitas, reliabilitas, dan asumsi

 

Nama               : Atika Nur Fadhilah
Mata Kuliah    : Metodologi Penelitian Kuantitatif
Topik               : Statistik 1. Cek data, validitas, reliabilitas, dan asumsi
Tugas              : Review Artikel ke-11

Pertemuan 7

Judul Penelitian
Validity, reliability and factor analysis of Reid’s English language learning styles for high school students: A case study on Iranian students

A screenshot of a computer

AI-generated content may be incorrect.
Link Here

Tujuan Penelitian
Untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen Reid’s Perceptual Learning Style Preference Questionnaire (PLSPQ) ketika diterapkan pada siswa SMA di Iran, serta melakukan analisis faktor eksploratori (EFA) dan konfirmatori (CFA) guna memastikan struktur dimensi gaya belajar bahasa Inggris sesuai konteks budaya dan pendidikan lokal.

Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-verifikatif. Sampel penelitian terdiri dari 310 siswa SMA di Iran yang dipilih secara acak untuk mengisi kuesioner Reid’s PLSPQ. Data dianalisis melalui tiga tahap, yaitu uji reliabilitas, validitas konstruk, dan analisis faktor. Uji reliabilitas dilakukan menggunakan Cronbach’s Alpha dan Composite Reliability (CR) untuk menilai konsistensi internal antar item. Validitas konstruk diuji dengan Exploratory Factor Analysis (EFA) untuk mengidentifikasi struktur faktor, kemudian diperkuat dengan Confirmatory Factor Analysis (CFA) menggunakan perangkat lunak SPSS dan AMOS untuk memastikan kesesuaian model. Uji validitas konvergen dan diskriminan juga dilakukan melalui analisis Average Variance Extracted (AVE) dan nilai faktor loading.

 

Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen PLSPQ memiliki reliabilitas tinggi dengan nilai Cronbach’s Alpha di atas 0,70 untuk semua dimensi gaya belajar. Analisis faktor eksploratori (EFA) menghasilkan enam faktor dominan yang konsisten dengan model awal Reid, yaitu gaya belajar visual, auditory, kinesthetic, tactile, group, dan individual. Hasil analisis faktor konfirmatori (CFA) juga menunjukkan bahwa model memiliki kecocokan yang baik dengan data empiris, ditunjukkan oleh indeks kelayakan model seperti χ²/df < 3, CFI > 0,90, dan RMSEA < 0,08. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa PLSPQ merupakan instrumen yang valid dan reliabel untuk digunakan dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris pada siswa Iran, meskipun terdapat perbedaan kecil pada kekuatan faktor di beberapa dimensi.


Kelebihan
Kelebihan utama penelitian ini adalah kemampuannya memberikan bukti empiris mengenai validitas dan reliabilitas lintas budaya dari instrumen PLSPQ yang sebelumnya banyak digunakan di negara Barat. Penelitian ini juga unggul karena menggunakan pendekatan analisis ganda (EFA dan CFA) yang memberikan hasil validitas konstruk yang lebih kuat dan komprehensif. Selain itu, penyajian data kuantitatif yang rinci mengenai AVE, CR, dan indeks kelayakan model menjadikan penelitian ini rujukan penting bagi studi pengembangan instrumen gaya belajar di konteks pendidikan non-Barat.


Kekurangan

Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup sampel yang hanya mencakup siswa SMA di satu wilayah Iran sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan ke jenjang pendidikan atau konteks budaya lain. Selain itu, penelitian ini tidak menguji validitas eksternal, seperti hubungan antara gaya belajar dan hasil belajar aktual. Instrumen yang digunakan juga bersifat self-report, sehingga rentan terhadap bias subjektivitas responden dalam menilai preferensi gaya belajar mereka sendiri.


Novelty dengan menampilkan penelitian sebelumnya

Penelitian Sebelumnya

Fokus / Temuan Utama

Keterbatasan

Reid (1987)

Mengembangkan Perceptual Learning Style Preference Questionnaire (PLSPQ) untuk mengidentifikasi gaya belajar bahasa Inggris mahasiswa ESL.

Validitas dan reliabilitas awal diuji hanya pada konteks mahasiswa di Amerika; belum teruji lintas budaya dan jenjang pendidikan.

Peacock (2001)

Menguji validitas dan reliabilitas PLSPQ pada mahasiswa EFL di Hong Kong dan menemukan perbedaan gaya belajar antara siswa dan guru.

Hasil tidak konsisten dengan struktur faktor asli Reid; tidak dilakukan Confirmatory Factor Analysis (CFA) untuk verifikasi model.

Wintergerst, DeCapua & Itzen (2001)

Meneliti gaya belajar bahasa Inggris dengan PLSPQ di berbagai konteks pendidikan internasional.

Hasil menunjukkan variasi budaya yang signifikan, tetapi tidak dilakukan analisis faktor mendalam untuk memvalidasi konstruk.

Oxford (2003)

Menjelaskan konsep gaya belajar dalam pembelajaran bahasa dan pentingnya menyesuaikan pengajaran dengan preferensi belajar siswa.

Tidak menguji instrumen empiris; hanya bersifat konseptual dan tidak menilai reliabilitas alat ukur tertentu.

Khademi & Aghdam (2013)

Mengadaptasi PLSPQ untuk siswa Iran dan menemukan kecenderungan kuat pada gaya belajar visual dan kinestetik.

Analisis terbatas pada statistik deskriptif; belum menguji validitas konstruk atau reliabilitas secara mendalam.

Penelitian Raeisi et al. (2022) memberikan kebaruan dengan melakukan validasi empiris lintas budaya terhadap instrumen Reid’s PLSPQ menggunakan kombinasi EFA (Exploratory Factor Analysis) dan CFA (Confirmatory Factor Analysis). Pendekatan ini melengkapi penelitian sebelumnya yang hanya bersifat deskriptif atau menggunakan analisis reliabilitas dasar tanpa verifikasi model konstruk. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menilai validitas dan reliabilitas internal, tetapi juga menegaskan kesesuaian struktur faktor PLSPQ dalam konteks siswa SMA Iran, menjembatani kesenjangan antara model teoretis Reid (1987) dan penerapannya di lingkungan non-Barat.

 

 

Comments

Popular posts from this blog

REVIEW ARTIKEL-METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF

Statistik 5: Analisis Varian (uji prasyarat, ANOVA dan non parametrik

Air, Energi, Sampah, Pangan, Kesehatan pada SDGs