Studi kasus KKN Tematik, community service
Nama : Atika Nur Fadhilah
Mata Kuliah : Pembangunan Berlanjutan untuk Masyarakat
Topik :
Studi kasus KKN Tematik, community service
Tugas : Review Artikel ke-6
Judul Penelitian
Pembentukan
Desa Tangguh Bencana melalui Kuliah Kerja Nyata Tematik Pengurangan Risiko
Bencana di Kabupaten Purbalingga
Link Here
Tujuan Penelitian
Menumbuhkan
ketangguhan masyarakat terhadap bencana melalui pelaksanaan KKN Tematik
Pengurangan Risiko Bencana (KKN PRB) di dua desa rawan longsor, yaitu Desa
Panusupan dan Desa Gunungwuled di Kabupaten Purbalingga, dengan mengacu pada 20
indikator Desa Tangguh Bencana (Destana) yang ditetapkan oleh BNPB.Metode
Penelitian
Hasil Penelitian
Kegiatan
KKN PRB berhasil menerapkan enam dari dua puluh indikator destana, yaitu
pembuatan peta risiko tanah longsor, penyusunan rencana kontijensi bencana,
pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa, pembuatan sistem
peringatan dini tanah longsor, pemasangan rambu rawan longsor dan jalur
evakuasi, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan kebencanaan.
Hasilnya, kedua desa menjadi contoh awal desa tangguh bencana di Kabupaten
Purbalingga.
Kelebihan
Penelitian ini berhasil mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan
program nasional pengurangan risiko bencana melalui kegiatan KKN Tematik yang
berbasis partisipasi masyarakat dan kolaborasi antar lembaga (BPBD, FPRB, dan
pemerintah desa). Kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif tetapi juga
implementatif dengan hasil nyata seperti sistem peringatan dini dan dokumen
kontijensi yang diakui pemerintah desa.
Kekurangan
Pelaksanaan
KKN PRB hanya berlangsung selama 45 hari sehingga belum mampu memenuhi seluruh
20 indikator destana dan tidak dilakukan evaluasi jangka panjang terhadap
keberlanjutan program. Selain itu, cakupan penelitian terbatas pada dua desa
sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan secara luas.
Novelty dengan menampilkan penelitian sebelumnya
|
Penelitian
Sebelumnya (Artikel Ilmiah) |
Temuan
Utama |
Kelemahan
Artikel Sebelumnya |
|
Sulastri,
R., & Kusumastuti, E. (2017). “Peran Masyarakat dalam Pengurangan Risiko
Bencana di Kawasan Rawan Longsor.” Jurnal Sosiohumaniora, 19(3). |
Masyarakat
dapat berperan aktif dalam mitigasi bencana melalui sosialisasi dan pelatihan
kesiapsiagaan. |
Penelitian
hanya bersifat sosialisatif, belum ada pembentukan sistem atau kelembagaan
permanen seperti FPRB desa. |
|
Nurjanah,
S. (2018). “Model Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Mewujudkan Desa Tangguh
Bencana.” Jurnal Penanggulangan Bencana Indonesia, 4(2). |
Diperlukan
kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan desa tangguh
bencana. |
Belum
melibatkan unsur perguruan tinggi atau mahasiswa sebagai agen pemberdayaan
langsung di lapangan. |
|
Ardhana,
I. K., & Lestari, D. (2019). “Evaluasi Program Desa Tangguh Bencana di
Kabupaten Magelang.” Jurnal Kebencanaan, 6(1). |
Program
Destana meningkatkan kesadaran warga terhadap bencana. |
Evaluasi
menunjukkan keterbatasan waktu dan sumber daya pemerintah dalam mendampingi
desa, serta lemahnya keberlanjutan program. |
|
Rochman,
A., & Dewi, T. (2019). “KKN Tematik sebagai Sarana Pemberdayaan
Masyarakat di Daerah Rawan Bencana.” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
(Abdimas), 4(2). |
KKN
tematik efektif meningkatkan kesadaran mitigasi di masyarakat. |
Belum
mencakup pembuatan sistem mitigasi nyata seperti peta risiko, rencana
kontijensi, atau sistem peringatan dini. |
|
Lestari,
M. D., et al. (2020). “Sinergi Perguruan Tinggi dan BPBD dalam Program
Pengurangan Risiko Bencana.” Jurnal Mitra Masyarakat Mandiri, 2(1). |
Kolaborasi
lintas lembaga dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi
bencana. |
Penelitian
masih terbatas pada pelatihan dan koordinasi awal, belum menghasilkan luaran
fisik atau kelembagaan yang berfungsi di desa. |
|
Novelty |
||
Comments
Post a Comment